Tampilkan postingan dengan label AlQuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlQuran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2008

AlQuran Dapat Mempengaruhi Kecerdasan Anak


Dulu sebelum ada penelitian bahwa janin yang ada didalam kandungan harus sering mendengarkan musik klasik, bahkan sekarang pun masih ada yang pake khususnya yang muslim, padahal dia tahu manfaat janin diperdengarkan Al Quran atau Murrotal, sangat bagus untuk pendidikan janin tersebut, tapi tetep yang pake musik klasik tersebut lebih percaya banget pada musik klasik, "Aneh kan?" padahal justru Al Quran lah yang sangat ermanfaat sekali, karena dulu belum ada penelitian. coba deh buktikan.
ini contoh isi AlQuran buat anak I Love My Al Quran (Mizan)



Kini tengah dikembangkan metoda pendidikan pada janin yang dilakukan dengan memberistimulasi (rangsangan) pada sel-sel otak janin.

Caranya dengn memperdengarkan bacaan Al Quran, nasyid, cermah dll. menurut para ahli , organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada usia 5 bulan dalam kandungan, setelah masa itu, terjadi proses perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah terbentuk dan berfungsi secara sempurna, bersamaan dengan itu, disuia ini otak janin pun sudah mampu menterjemahkan rangsang suara.
Jadi, memang benar jika Ibu hamil sering memperdengarkan bacaan Al Quran bisa merangsang sel-sel otak janin sebelum lahir, tapi bukan berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang lebih besar karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen masing-masing,minimal, sel-sel otak sudah diberi stimulasi sedini mungkin hingga ia dapat bekerja lebih optimal.

Read More...

Minggu, 17 Februari 2008

Kesempurnaan Sistem Petunjuk dalam AlQuran

Pada tempat lain juga telah difirmankan:

“Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan pemisahkan yang hak dari yang batil”. (S.2 Al-Baqarah:186).
Berarti Al-Qur’an memiliki tiga karakteristik. Pertama, Kitab ini membimbing manusia kepada pengetahuan tentang keimanan yang telah menghilang. Kedua, Kitab ini mengemukakan rincian dari pengetahuan tersebut secara detil. Ketiga, Kitab ini mengemukakan firman tegas tentang hal-hal berkaitan dengan mana telah muncul perselisihan paham, sehingga dengan demikian menjadi pembeda di antara yang hak dan yang batil.



Berkaitan dengan sifat komprehensifitas daripada Al-Qur’an, dinyatakan dalam sebuah ayat bahwa:

“Segala sesuatu telah Kami terangkan dengan keterangan yang terperinci”. (S.17 Bani Israil:13).
Makna dari ayat ini ialah semua pengetahuan tentang keimanan telah dijelaskan secara rinci di dalam Al-Qur’an dan Kitab ini memberikan sarana dan mengajarkan bahwa pengetahuan luhur demikian akan membimbing manusia tidak saja ke arah kemajuan parsial tetapi justru kepada perkembangan yang sempurna.
Begitu juga dinyatakan:

“Telah Kami turunkan kepada engkau kitab itu untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk dan rahmat dan kabar suka bagi orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah”. (S.16 An-Nahl:90).
Makna ayat ini untuk mengemukakan bahwa Kitab tersebut diwahyukan agar setiap kebenaran agama menjadi jelas dan kejelasan tersebut bisa menjadi pedoman dan rahmat bagi mereka yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kemudian juga difirmankan:
      ••    
“Inilah suatu kitab yang telah Kami turunkan kepada engkau, supaya engkau dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya”. (S.14 Ibrahim:2).
Berarti bahwa Al-Qur’an dapat mengikis semua bentuk keraguan yang telah menyelinap ke dalam pikiran manusia sehingga memunculkan pandangan-pandangan yang salah, serta mengarunia¬kan Nur dari pemahaman yang sempurna. Dengan kata lain, Kitab ini memberikan semua wawasan dan kebenaran yang dibutuhkan manusia guna berpaling ke arah Tuhan mereka dan beriman kepada-Nya.
Pada tempat lain dinyatakan:

“Ini bukanlah suatu hal yang telah dibuat-buat, melainkan suatu penyempurnaan apa yang telah ada sebelumnya dan penjelasan terperinci untuk segala sesuatu, dan suatu petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (S.12 Yusuf:112).
Berarti bahwa Al-Qur’an bukanlah suatu buku yang bisa dikarang oleh seorang manusia. Tanda-tanda kebenarannya nyata sekali karena Kitab ini telah menegakkan kebenaran dari Kitab-kitab sebelumnya, dengan pengertian bahwa nubuatan-nubuatan yang terkandung di dalam Kitab-kitab sebelumnya berkaitan dengan Al-Qur’an telah menjadi kenyataan dengan diwahyukannya Kitab ini. Begitu pula Al-Qur’an telah memberikan argumentasi yang mendukung aqidah-aqidah hakiki yang sebelumnya tidak dikemukakan dalam Kitab-kitab terdahulu dan dengan demikian telah menjadikan aqidah tersebut menjadi sempurna. Dengan cara ini Al-Qur’an telah meneguhkan kebenaran Kitab-kitab terdahulu dan dengan demikian telah menegakkan kebenarannya sendiri. Bahwa Kitab ini berisi semua kebenaran dari agama-agama lainnya, juga menjadi tanda kebenaran dirinya. Semua hal itu menjadi tanda kebenarannya karena tidak ada manusia yang pengetahuannya demikian komprehensif sehingga menguasai semua kebenaran agama dan mutiara kebenaran tanpa ada yang terlewatkan.
Dalam ayat-ayat tersebut di atas Allah yang Maha Kuasa secara tegas menyatakan bahwa Al-Qur’an secara komprehensif telah merangkum semua kebenaran dan hal ini menjadi argumentasi yang kuat untuk menopang kebenarannya. Sudah lewat ratusan tahun sejak pernyataan dari Al-Qur’an itu dan sampai sekarang tidak ada dari Brahmo Samaj atau pun yang lainnya yang berani menyangkalnya. Rasanya menjadi jelas bahwa mereka dengan tidak memberikan kebenaran baru yang mungkin terlewat oleh Al-Qur’an, tentulah mereka itu seperti orang-orang tidak waras yang mengemukakan sesuatu tanpa realitas yang mendukung. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa mereka itu sebenarnya memang tidak mencari kebenaran sebagaimana seorang muttaqi tetapi hanya untuk memuaskan nafsu jahat mereka dalam mencari jalan untuk membebaskan diri dari Firman Tuhan dan dari Tuhan sendiri.
Guna memperoleh kebebasan demikian, mereka telah berpaling dari Kitab Tuhan yang hakiki dimana kebenarannya lebih cemerlang daripada matahari sekalipun. Mereka tidak mau membicarakan hal-hal itu dalam semangat orang terpelajar, tidak juga mereka mau mendengarkan suara pihak lain. Mereka seharusnya diingatkan, kapan pernah seorang manusia mampu mengajukan suatu kebenaran keagamaan yang bertentangan dengan Al-Qur’an yang tidak ada jawabannya di dalam Kitab ini. Selama lebih dari 1300 tahun sudah Kitab Suci Al-Qur’an menyatakan bahwa semua kebenaran keagamaan telah dirangkum di dalamnya. Alangkah jahatnya orang yang tanpa menguji Kitab yang demikian luhur lalu mengatakannya sebagai berkekurangan. Betapa angkuhnya mereka karena tidak mau mengakui kebenaran pernyataan Al-Qur’an tetapi juga tidak mampu membantahnya. Sebenarnya walau bibir mereka terkadang mengucapkan nama Tuhan, namun hati mereka berisi segala kekotoran duniawi. Bila mereka memulai diskusi keagamaan, mereka selalu tidak mau melanjutkannya sampai selesai karena takut kebenaran akan mengemuka.
Mereka seenak hatinya sendiri menyatakan bahwa Kitab ini berkekurangan padahal Allah s.w.t. telah berfirman:

“Hari ini telah Kusempurnakan agamamu bagi manfaatmu dan telah Kulengkapkan nikmat-Ku atasmu dan telah Kusukai bagimu Islam sebagai agama”. (S.5 Al-Maidah:4).
Apakah kalian tidak takut kepada Tuhan? Apakah kalian akan terus saja berkelakukan seperti ini? Apakah kalian pikir bahwa mulut kalian tidak akan dilaknat Tuhan nanti? Jika kalian pikir bahwa kalian telah menemukan kebenaran luhur setelah penelitian dan kerja keras kalian, lalu menyatakan bahwa hal itu terlewatkan oleh Al-Qur’an, kami undang kalian untuk datang menyerahkannya kepada kami, dan kami nanti akan berikan bukti dari Al-Qur’an bahwa semuanya sudah terangkum di dalamnya. (Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 223-227, London, 1984).




Read More...

Keindahan AlQuran

Pesona dan keindahan AlQur’an
Adalah Nur dan kehidupan setiap Muslim,
Rembulan mungkin kecintaan lainnya
Bagi kami yang terkasih Al-Qur’an semata.

Telah kucari ke berbagai penjuru
Tak bersua sama sekali tandingannya,
Bagaimana tidak ada padanannya
Ia adalah Kalam Suci Tuhan yang Maha Kaya.



Setiap kata di dalamnya berisi kehidupan
Dan sumber mata air tak berkesudahan,
Tak ada kebun yang demikian indah
Tidak juga taman serupanya.


Kalam Allah yang Maha Pengasih
Tak ada bandingannya,
Meski mutiara dari Oman
Atau pun mirah dari Badakshan.

Gimana mungkin kata manusia
Bisa mengimbangi Kalam Ilahi?
Di sini kekuatan samawi, di sana tanpa daya,
Bedanya demikian nyata.

Dalam pengetahuan dan kefasihan
Gimana mungkin manusia mengimbangi-Nya?
Padahal para malaikat pun
Tak berdaya di hadirat-Nya.

Bahkan kaki serangga kecil pun
Tak mampu manusia mencipta,
Gimana mungkin baginya
Mencipta Nur sang Maha Perkasa?

Wahai manusia, perhatikanlah
Keagungan Tuhan yang Maha Akbar
Kendalikan lidah kalian
Jika ada sedikit saja keimanan kalian.

Menganggap ada yang sama dengan Tuhan
Adalah kekafiran pada puncaknya,
Takutlah kepada Tuhan, wahai sayangku
Betapa dusta dan fitnah hal ini.

Jika kalian menerima Ketauhidan Ilahi
Mengapa hati kalian berisi penuh berhala?

Tabir kegelapan apa yang telah menyelimuti hati kalian.
Sesungguhnya kalian telah berdosa
Bertaubatlah, jika kalian takut kepada Allah.

Aku tidak mengharapkan buruk bagi kalian, saudaraku
Ini hanyalah nasihat sederhana
Hati dan jiwaku adalah persembahan bagi
Siapa pun yang berhati mulia.
(Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 198-204, London, 1984).

* * *

Nur dari Al-Furqan
Adalah yang paling cemerlang dari semua sinar,
Maha Suci Dia yang dari-Nya
Mengalir sungai nur ruhani.

Pohon keimanan dalam Ketauhidan Ilahi
Sudah hampir meranggas kering
Ketika tiba mata air murni ini
Muncul dari ketiadaan.

Ya Allah, Furqan-Mu sendiri adalah alam hakiki
Yang berisi segala yang dibutuhkan makhluk ini.

Telah kucari ke seluruh dunia,
Telah kutelusuri semua tempat niaga
Yang kutemukan adalah piala satu ini
Berisi ilmu hakiki sang Ilahi.

Tak ada padanan Nur ini
Di segenap penjuru bumi
Fitratnya unik dalam segala hal
Tanpa tanding di segala bidang.

Semula kukira bahwa Furqan serupa dengan tongkat Musa,
Setelah kurenungi mendalam nyatanya
Setiap katanya adalah al-Masih.

Jika buta mata mereka
Itu kesalahan mereka sendiri,
Padahal Nur ini telah bersinar
Seterang seratus mentari.

Betapa menyedihkan kehidupan
Umat manusia di dunia,
Yang hatinya tetap membuta
Meski tersedia Nur hakiki ini.
(Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 305-306, London, 1984) Klik juga


Read More...